Latar Belakang Smesa Mart

Keberadaan SMK Bidang Studi keahlian Bisnis dan Manajemen di tengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan kejuruan yang sekaligus menjalankan perannya sebagai agen pembaharu (agent of change) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Langkah awal untuk  mewujudkan peran SMK tersebut adalah dengan menumbuhkan kegiatan pengembangan bisnis eceran (ritel) di tingkat SMK. Pemberdayaan Bisnis Center di SMK yang berorientasi pada bisnis eceran ini diharapkan mampu membangkitkan gerakan pelaku bisnis eceran skala kecil dan menengah yang pada dewasa ini keberdaannya semakin terpinggirkan dengan hadirnya bisnis eceran skala besar seperti hypermarket dan supermarket.
Sejalan dengan visi, misi dan tujuannya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) termasuk SMK Bidang Bisnis dan Manajemen memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja, baik bekerja mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Agar proses pembelajaran di SMK mampu melahirkan lulusan yang memiliki perilaku wirausaha, maka perlu dikembangkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan sikap dan perilaku wirausaha, diantaranya melalui peningkatan peran siswa dalam mengembangkan Bisnis Center, koperasi, atau Unit Produksi yang ada.
Untuk mengukur dan menilai ketuntasan pencapaian hasil belajar kewirausahaan yang dilaksanakan secara teori perlu adanya tindak lanjut untuk menilai tingkat keberhasilan pembelajaran kewirausahaan. Hasil dari pengukuran tersebut berupa sikap mental kewirausahaan untuk kemampuan yang bersangkutan. Penilaian praktik kewirausahaan adalah proses membandingkan antara hasil pengukuran pencapaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi yaitu mengelola usaha kecil/mikro.
Sekolah Menengah Kejuruan  mempunyai peluang yang cukup besar untuk ikut serta dalam pembangunan sistem perekonomian yang ditopang oleh pelaku-pelaku bisnis yang kreatif , inovatif dan mempunyai daya tahan terhadap perubahan. Oleh sebab itu SMK perlu melakukan upaya yang mampu menumbuhkan budaya menciptakan peluang dan memanfaatkan situasi yang ada secara kreatif. Cara ini dapat ditempuh dengan mendorong para siswa untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang ada, guna mengembangkan usaha, agar dapat bekerja secara mandiri dalam bentuk usaha kecil.
Fenomena ini disebabkan sistem pendidikan di SMK yang lebih menekankan pada sisi hard skill daripada soft skill sehingga sisi kognitif peserta didik yang lebih diutamakan dari sisi afektif dan psikomotoriknya. Lulusan pendidikan formal secara umum memiliki pemahaman pengetahuan yang relatif baik mengenai kewirausahaan, tapi tidak memiliki keterampilan dan mind-set berwirausaha. Dengan praktik kewirausahaan yang dilakukan oleh siswa akan menumbuhkan wacana baru bagi siswa dalam mengembangkan paradigma perencanaan masa depan yang tidak hanya mengharapkan kesempatan bekerja di sektor formal dan informal, tetapi berani menjadi pencipta lapangan kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut maka Sekolah Menengah Kejuruan  Negeri 1 Banjarmasin memberikan peluang dan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan usaha di BC “Smesa Mart” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar